Skip to content

Baru, Lampu Hemat Energi Bertahan Hingga 10 Tahun

29 Mei 2009

foto berita artikel

Perkembangan teknologi yang semakin maju mendorong perusahaan PT Philips Indonesia untuk memberikan dana investasinya sebesar US$20 juta untuk mempercepat pembuatan Lampu Hemat Energi (LHE) dalam negeri, dan memberikan fasilitas yang lebih lengkap untuk produksinya di Surabaya. Sebelumnya, menurut Menteri Perindustrian, Drs. Fahmi Idris di tahun 2007, program LHE ini merupakan program jangka panjang yang akan dilakukan pemerintah terkait dengan upaya penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) seiring dengan kenaikan harga minyak dunia. Selain Philips, masih ada tiga produsen lampu skala besar dalam negeri yang masih mengimpor LHE dari Thailand, yakni PT. Panasonic Lighthing Indonesia, PT. Osram Indonesia, dan PT. GE Lighting Indonesia.
Menurut Chief Executive Officer Philips, Gerard Kleisterlee, seperti yang dilansir Inilah.com, mengungkapkan bahwa Philips akan terus mendukung upaya pemerintah dalam melakukan pengelolaan energi dengan mempromosikan secara konsisten penggunaan lampu hemat energi untuk berbagai aplikasi, mulai dari perkantoran hingga lampu jalan, baik untuk kebutuhan untuk keindahan kota maupun rumah tangga dan industri.

“Investasi ini merupakan cara memperluas dapur cor gelas kami yang tahun lalu yang mencapai US$10 juta. Kemungkinan besar, dengan investasi ini kami bisa mengintegrasikan secara total dalam produksi lampu LHE TL5 Master,” kata Robert Flechter, Presdir PT Philips Indonesia, seperti yang dikutip Kapanlagi.com.
Seperti yang dikutip Inilah.com, di daerah perkotaan, konsumen sudah banyak yang beralih ke LHE karena selain hemat, secara estetika juga lebih cocok dengan bangunan modern. Namun, ternyata daerah pinggiran perkotaan masih banyak yang menggunakan neon, karena dari segi penerangan dinilai jauh lebih baik. Tetapi, jika dibandingkan dengan lampu neon konvensional, LHE hanya membutuhkan daya listrik seperlimanya atau mencapai 80 persennya.

Berdasarkan riset Philips, LHE  mampu bertahan hingga 15.000 jam dan jika digunakan untuk penggunaan sehari-hari, LHE mampu bertahan hingga 10 tahun. Harga LHE juga lebih mahal 15 hingga 25 persen dibandingkan dengan model neon konvensional. Lampu neon konvensional dijual dengan harga perkiraan 10 ribu hingga Rp 15 ribu rupiah untuk tegangan 18 watt hingga 36 watt.

2 Komentar leave one →
  1. 26 Januari 2010 7:22 pm

    Mantep… gan… Met pagi… bagaimana kabar nih?

  2. 28 Januari 2010 3:39 pm

    hola halo gan ..
    wahh lama dikau ini tak mampir..
    ngurusin burung ye..??hahaha..
    kabar baik gan..
    gimana dengna jenengan ..??
    hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: